Tentang Kami
Mendedikasikan diri untuk mewujudkan pengelolaan sumber daya yang berkeadilan dan lestari di Indonesia.
Identitas Lembaga
Yayasan Keberlanjutan Sarbi Indonesia
Sarbi Indonesia adalah organisasi nirlaba berbadan hukum Yayasan. Marwah lembaga kami didedikasikan sepenuhnya untuk kerja-kerja sosial kemasyarakatan, bukan untuk akumulasi kapital.
Lembaga ini didirikan atas kerja bersama individu-individu yang memiliki kesamaan visi dan intensi. Kami meyakini bahwa keberlanjutan (sustainability) sejati hanya akan dicapai jika kita memegang prinsip ADIL antar unsur alam dan ADIL antar generasi. Prinsip keadilan inilah yang menjadi motor penggerak seluruh operasional kami.
Latar Belakang & Tujuan Utama
Pondasi dasar lembaga kami bertumpu pada paradigma ‘keberlanjutan’ yang telah menjadi arus utama pembangunan global melalui Sustainable Development Goals (SDGs). Bagi Indonesia, pencapaian 17 tujuan SDGs ini merupakan komitmen besar yang wajib dikawal, di mana seluruh aktivitas tata kelola usaha harus memenuhi target capaian keberlanjutan.
Merespons kebutuhan tersebut, Yayasan Sarbi Indonesia hadir dengan tujuan mulia: mengembangkan paradigma sustainability agar lebih inklusif dan membumi. Kami bergerak melalui kajian yang pragmatis, mendampingi komunitas lokal agar dapat berperan aktif, serta mengelola literasi pengetahuan guna mendukung pengelolaan sumber daya alam yang bijak.
Ateng Sutisna - Founder
Visi Kami
Mewujudkan Pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA), Sumber Daya Lahan (SDL), dan Sumber Daya Lingkungan Hidup (SDAL) yang Berkeadilan.
Misi Kami
01. Kajian & Riset
Melakukan kajian-kajian mengenai isu keberlanjutan (sustainability) secara tepat guna agar dapat diimplementasikan langsung dalam tata kelola usaha dan kegiatan korporasi yang berbasis SDA, SDL, serta SDAL di Indonesia.
02. Pendampingan & Pemberdayaan
Mendampingi komunitas lokal agar dapat berkontribusi dan berperan serta secara inklusif dalam kerja-kerja pelestarian lingkungan. Hal ini mencakup pembentukan model-model kemitraan strategis dan setara antara masyarakat, korporasi, dan Pemerintah.
03. Pengelolaan Pengetahuan
Membangun tata kelola pengetahuan secara komprehensif melalui pengembangan literasi dan kepustakaan, baik yang berbasis infrastruktur fisik maupun sosial, untuk memperluas wawasan publik terkait keberlanjutan.



